Apa itu Stem Cell

stem cellStem Cell dapat dikatakan sebagai sel induk atau sel batang. Sesuai dengan arti katanya, stem = batang, cell = sel. Stem cell merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Stem cell merupakan sel yang belum memiliki bentuk dan fungsi spesifik layaknya sel lain pada organ tubuh, seperti sel otot jantung, sel saraf, sel darah merah atau sel otak.

Dalam bahasa Indonesia, stem cell disebut juga sebagai sel punca, yang berarti awal mula. Stem cell merupakan awal mula dari pertumbuhan sel lain yang menyusun keseluruhan tubuh organisme, termasuk manusia. Stem cell merupakan awal dari pembentukan berbagai jenis sel penyusun tubuh. Sel punca (stem cell) dalam tubuh diibaratkan sebagai suku cadang untuk mengganti sel-sel yang secara alami mati atau rusak karena penyakit. Stem cell berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak demi kelangsungan hidup organisme. Masalahnya, laju ke rusakan acap kali tidak secepat perbaikan yang dilakukan stem cell (sel punca).

Stem cell dapat melakukan replikasi dan menghasilkan sel-sel berkarakteristik sama dengan sel-sel induknya. Saat sel punca terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca (stem cell) atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misal sel otot, sel darah atau sel otak.

Stem cell dipercaya dapat menjadi jalan keluar dari penyakit seperti kulit rusak akibat luka bakar, stroke, alzheimer, diabetes, leukimia dan penyakit degeneratif lainnya. Hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit, terutama penyakit defeneratif adalah kerusakan sel-sel dalam jaringan/organ sehingga jaringan/organ tersebut tidak lagi berfungsi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Inti terapi sel punca (stem cell) adalah mengganti sel-sel rusak dengan sel punca (sel yang dapat meregenerasi diri sendiri dan menyesuaikan bentuk pada berbagai macam tipe sel tubuh).

Terapi sel punca (stem cell) kini dapat menjadi suatu pilihan atau alternatif untuk mengatasi masalah-masalah ekstrem di bidang kedokteran. Menurut Prof. Dr. Amin Soebandrio, dr, SpMK, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi Bidang Kesehatan dan Obat, saat ini terapi stem cell malah merupakan pendekatan yang sangat efektif dan sangat menjanjikan. Menurut Amin, sampai dewasa sel punca masih ada di tubuh manusia. Karena secara berkala dia dilepaskan oleh sumsum tulang yang menjadi sumber. Fungsinya adalah untuk memperbaiki jaringan maupun organ yang rusak.

Dengan bertambahnya umur, kerusakan pada sel tubuh makin banyak, sementara suplai sel punca (stem cell) makin sedikit. Akibatnya, proses penuaan menjadi lebih cepat. Sel punca, kata Amin, dapat diperoleh dari sumsum tulang, sel umbilikus, tali pusat, maupun dari sel-sel embrio, di mana secara teoritis sel punca tersebut bisa di isolasi yang kemudian dipergunakan untuk mengobati jaringan yang rusak.

Karakteristik Stem cell

Belum berdiferensiasi (undifferentiated), dimana stem cell merupakan sel yang belum memiliki bentuk dan fungsi spesifik layaknya sel lainnya pada organ tubuh, seperti berdenyut, menghantarkan impuls, menghasilkan hormon ataupun fungsi lainnya.

Mampu memperbanyak diri sendiri (self renewal), stem cell dapat melakukan replikasi dan menghasilkan sel-sel berkarakteristik sama dengan sel induknya. Kemampuan memperbanyak diri dan menghasilkan sel-sel yang sama seperti sel induknya ini tidak dimiliki oleh sel-sel tubuh lainnya seperti sel jantung, otak, ataupun sel pankreas.

Dapat berdiferensiasi menjadi lebih dari 1 jenis sel (multipoten / pluripoten). Stem cell bersifat pluripoten bila mampu berdiferensiasi menjadi sel tubuh apapun, yang berasal dari ketiga lapisan embrional (eksoderm, mesoderm, dan endoderm); sedangkan stem cell bersifat multipoten bila hanya mampu berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel, yang biasanya berada dalam suatu golongan serupa, seperti sel-sel sistem hematopeietik, ataupun sistem saraf.

Jenis Stem Cell

Sel Punca Embrio (Embryonic Stem Cells)

Stem Cell embrionik adalah stem cell yang didapat saat perkembangan individu masih berada dalam tahap embrio. Stem cell merupakan awal dari seluruh jenis sel dalam tubuh manusia. Stem cell embrionik tergolong sebagai stem cell yang bersifat pluripoten. Kekurangan dari penggunaan stem cell embrionik, baik dalam bidang riset maupun uji klinis pada manusia terkait dengan nilai etis penggunaan embrio sebagai sumber didapatkannya sel ini.

Sel Punca Dewasa (Adults Stem Cells)

Adult stem cell mempunyai dua karakteristik. Pertama, adalah sel-sel tersebut dapat berprofilerasi untuk period yang panjang untuk memperbarui diri. Kedua, sel-sel tersebut dapat berdifierensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai karakteristik morfologi dan fungsi yang spesial. Adult stem cell ditemukan diantara sel-sel lain yang telah berdiferensiasi dalam suatu jaringan yang telah mengalami maturasi. Kemampuan diferensiasi stem cell dewasa tergolong multipoten.

Hubungan Stem Cell dengan Aging (Penuaan)

Semakin bertambahnya usia, semakin berkurang pula fungsi dan kemampuan yag mampu dijalankan. Aging atau penuaan adalah proses kemunduran kualitas dan fungsi organ penyusun tubuh. Terjadinya penurunan kemampuan regenerasi jaringan yang disusun oleh sel. Contohnya seperti kulit menjadi kering, terutama di sekitar wajah, dimana kulit wajah menjadi kusam dan muncul garis-garis kerutan dan penipisan pada kulit. Pada umumnya wanita usia 30 tahun ke atas, produksi faktor pertumbuhan sudah mulai berkurang. Inilah yang disebut dengan aging atau penuaan.

Salah satu faktor aging (penuaan) adalah radikal bebas. Radikal bebas diduga sebagai penyebab langsung maupun tidak langsung proses penuaan. Radikal bebas secara eksogen tercipta melalui berbagai macam proses yang mengenai tubuh, seperti radiasi sinar ultraviolet, ataupun konsumsi makanan yang dapat memicu pembentukan oksidan dalam tubuh. Sebenarnya tubuh kita telah memproduksi senyawa antioksidan yang disebut enzim superoxide dismutase (SOD) dan katalase. Sayangnya perbandingan radikal bebas yang terdapat dalam tubuh tidak berimbang dengan senyawa antioksidan yang diproduksi tubuh itu sendiri. Riset membuktian bahwa senyawa antioksidan yang diproduksi tubuh hanya mampu menetralisasi sebesar 80% dari radikal bebas yang ada dalam tubuh kita. Sehingga secara konstan tubuh kita memiliki 20% radikal bebas yang tidak dapat dinetralisasi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan laju perkembangan proses aging (penuaan) telah banyak dilakukan. Berbagai sumber dan bahan yang sekarang banyak ditemui dengan mengkonsumsi provitamin A, vitamin C, vitamin E, flavonoid dll. Mekanisme perbaikan jaringan yang rusak dengan menggunakan stem cell terdiri dari dua jenis, yaitu diferensiasi stem cell dan produksi faktor pertumbuhan (growth factor) stem cell.

Penemuan Luar Biasa!

Inilah Penemuan Luar Biasa Dr. Nathan Newman beliau sudah mematenkan penemuan ini dengan menciptakan Luminesce Serum sebagai produk yang berperan sebagai bahasa sel sehingga sel-sel tersebut dapat saling berkomunikasi dan memanggil/men-support Adult stem cell membantu meregenerasi sel-sel yang sudah mati, sehingga ketika serum Luminesce dioleskan di seluruh kulit wajah/bagian tubuh yang bermasalah, “Like a Magic” Anda dapatkan hasil yang luar biasa pada kulit wajah Anda/atau tubuh yang bermasalah dengan sangat cepat.

newman

Dalam Luminesce serum tidak terdapat sel/jaringan hidup/DNA. Luminesce serum terbentuk dari growth factor dari stem cell yang diciptakan melalui media. Pada skin care lain, kandungan growth factor maksimal hanya 20, sedangkan di dalam Luminesce ada 248 growth factor, mengapa? karena yang hebat dari luminesce adalah FORMULASInya! Kandungan di dalamnya terdiri dari: sitokin, interlukin, elastin, collagen dan SOD.

Yang membuat terjadinya detox (pengeluaran racun) di kulit adalah “sitokin”, makanya tidak heran bila sitokin mendorong keluar sisa-sisa jerawat ataupun inflamasi di bawah jaringan kulit. Apabila detoxifikasi berlangsung (jerawat, gatal, bruntus dll) disarankan jangan berhenti, hanya pemakaiannya dikurangi menjadi satu kali sehari. Dan beberapa waktu kemudian jerawat akan hilang. Sedangkan “interlukin” berfungsi menjadi selular yang berkomunikasi dengan sitokin dimana bagian yg harus diperbaiki. Sumber: health.kompas.com, id.wikipedia.org/wiki/Sel_punca,dan sumber lainnya.

Di luar sudah banyak yg meniru stem cell ini, tetapi Adult Stemcell yang digunakan di dalam Luminesce serum sudah dipatenkan oleh Jeunesse Global. Sedangkan yang beredar di pasaran adalah vito stemcell. (Vito stem cell yang beredar bukan dari manusia tetapi dari apel atau ganggang laut). Luminesce serum merupakan Teknologi Adult Stem Cell yang termodern diciptakan pertama kali di dunia dan telah dipatenkan secara alami yang dapat mengatasi masalah penuaan.

Nah… tidak diragukan lagi, Luminesce Serum memang produk perawatan kulit nomor satu! – tunggu apa lagi, sudah banyak testimoni setelah menggunakan produk ini.

Info Lebih Lanjut, Hubungi:

1. Kang Erdien:

SMS: 0858-6001-1277 BBM: 28BB8754

YM: vidzase@yahoo.com

2. Bu Susie:

SMS: +62811-23-9758 BBM: 265FD61D

Email: msusilowati@ymail.com

OK, kiranya cukup saja segitu dulu info mengenai Stem Cell. Semoga bermanfaat!

Incoming search terms:

Posted in Health and Beauty, Luminesce and tagged , , , , , , , .